PEMBANGKIT
TENAGA MESIN SEDERHANA
Materi ini adalah bagian dari rumpun
Ilmu Pengetahuan Alam yang mempelajari segala bentuk gejala alam melalui
pengamatan, eksperimen dan analisis. Mata pelajaran IPA pada jenjang sekolah
dasar memperkenalkan siswa terhadap konsep dasar ilmu Pengettahuan terkait
keberadaan dan sifat-sifat unsur fisik di alam serta penerapannya. Pembelajaran
rangkaian listrik pada jenjang sekolah dasar mendorong siswa untuk memiliki kompetensi
dalam memahami dan kemampuan mempraktikkan konsep-konsep Rangkaian Listrik yang
bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dengan bimbingan guru di sekolah agar
proses belajar siswa dapat lebih terarah.
Materi pembelajaran rangkaian listrik ini pada jenjang
sekolah dasar yang bersumber dari kurikulum terbaru tahun 2013 memiliki materi pembelajaran utama, yaitu jenis
rangkaian listrik sederhana. Materi pembelajaran ini pada jenjang sekolah dasar
dipaparkan secara ringkas serta didukung dengan metode pembelajaran yang
menarik agar siswa dapat lebih mudah memahami konsep dan penerapan materi
berdasarkan buku bacaan yang disesuaikan dengan kurikulum 2013. Dan bersumber
dari inovatif guru kelas Metode pembelajaran ini pada jenjang sekolah dasar
meliputi pemaparan materi dan praktikum yang dilakukan dengan bimbingan guru.
Dalam proses pengajaran di kelas guru diharapkan dapat menggunakan referensi
lain untuk memperkaya isi materi yang disampaikan sehingga siswa terdorong
untuk berpikir kritis dalam menanggapi materi pembelajaran. Selain itu, guru
juga diharapkan dapat memberikan inovasi dan kreativitas dalam melakukan metode
pembelajaran praktikum untuk meningkatkan minat dan keaktifan siswa dalam
proses pembelajaran rangkaian listrik
Materi
pembelajaran ini kelas 6 SD semester 1
memperkenalkan siswa terkait konsep benda dalam ilmu pengetahuan alam. Materi
pembelajaran IPA kelas 6 SD semester 1 membimbing siswa untuk dapat memahami
struktur rangkaian listrik sederhanan, , serta penerapan benda yang bermanfaat
dalam kehidupan sehari-hari. Pada pembelajaran IPA kelas 6 SD di semester 1 ini
siswa akan didorong untuk secara kritis memahami materi tentang benda dan
rangkaian listrik melalui metode pembelajaran pemaparan materi dan praktikum di
bawah bimbingan guru di sekolah.
Selain Materi pembelajaran IPA kelas 6 SD juga terdapat
materi pembelajaran SD kelas 5 semester 2 memperkenalkan siswa terkait konsep
energi yang berupa gaya dan cahaya, serta prinsip pesawat sederana. Materi
pembelajaran IPA kelas 5 SD semester 2 membimbing siswa untuk dapat memahami
sifat, jenis, serta perubahan yang dialami gaya dan cahaya sebagai sebuah
energi. Selain itu, pada pembelajaran IPA kelas 5 SD semester 2 siswa dibimbing
untuk dapat memahami rangkaian listrik sederhana sebagai sebuah prinsip ilmu IPA yang
sangat bermanfaat dalam mempermudah aktivitas sehari-hari. Pada pembelajaran IPA
kelas 5 SD di semester 2 ini siswa didorong untuk secara kritis dam aktif dalam
proses pembelajaran agar dapat memahami materi tentang gaya dan cahaya sebagai
sebuah energi, serta rangkaian listrik sederhana dengan baik.
RINGKASAN
MATERI TENTANG RANGKAIAN LISTRIK
Rangkaian
listrik yang sederhana biasanya terdiri atas hambatan dan sumber arus searah
atau DC.
Ada
tiga jenis rangkaian listrik berdasarkan susunan hambatannya, yaitu:
1.
Rangkaian
listrik seri.
2.
Rangkaian
listrik paralel.
3.
Rangkaian
listrik campuran.
Rangkaian
listrik seri memiliki sifat:
·
Rangkaian
dimana hambatannya disusun berderet dalam satu pasang kabel yaitu (+) dan (-)
·
Lebih
hemat karena memakai kabel lebih sedikit.
·
Arus
listrik yang mengalir pada setiap hambatannya sama besar.
·
Hambatan
total untuk tiga hambatan Rs = R₁ + R₂ + R₃
·
Hambatan
totalnya lebih besar.
·
Potensial
yang mengalir pada tiap hambatan berbeda.
·
Kuat
arus yang mengalir lebih kecil sehingga lampu akan terlihat lebih redup.
·
Bila
sebuah arus lampu putus, lampu lainnya akan ikut padam.
·
Rangkaian
paralel memiliki sifat:
·
Rangkaian
pararel ini dimana ujung-ujung hambatannya digabungkan dalam satu titik.
·
Memerlukan
lebih banyak kabel sehingga lebih boros.
·
Arus
listrik yang mengalir pada setiap hambatannya berbeda-beda.
·
Hambatan
total untuk tiga hambatan
·
Besar
hambatan totalnya lebih kecil.
·
Beda
potensial yang mengalir pada tiap hambatan sama besar.
·
Kuat
arus yang mengalir lebih besar sehingga lampu akan terlihat lebih terang.
·
Bila
arus listri sebuah lampu putus, lampu
lainnya akan tetap menyala.
Rangkaian
campuran memiliki sifat gabungan dari kedua sifat, yaitu rangkaian listrik seri
dan paralel.
Ditanya:
Berapa
jenis rangkaian listrik?
Penjelasan:
Banyak
jenis rangkaian listrik adalah tiga
jenis, yaitu rangkaian listrik seri, rangkaian listrik paralel, dan rangkaian
listrik campuran.
Selain
itu, banyak aktivitas di rumah yang
memerlukan listrik, seperti untuk bekerja, belajar, masak, juga untuk
bersantai.
16 Nama Alat Listrik Beserta Gambarnya
9. Extension Stop Kontak atau Terminal Listrik
Berdasarkan ada tidaknya arus yang mengalir, rangkaian atau sirkuit listrik terdiri rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup. Pada rangkaian listrik terbuka, arus listrik tidak ada yang mengalir.
Sementara itu, pada rangkaian listrik tertutup arus listrik dapat mengalir, karena kedua kutub pada sumber arus listrik saling dihubungkan. Ketika kita mempelajari rangkaian arus listrik, kita akan mengenal adanya jenis rangkaian seri dan rangkaian paralel.
Sebelum memahami lebih lanjut mengenai jenis rangkaian listrik, detikers perlu mengetahui beberapa istilah berikut:
I = kuat arus listrik
A = ampere
V = beda potensial, satuannya volt (V)
R = hambatan listrik, satuannya Ohm (Ω)
Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut adalah penjelasan mengenai jenis rangkaian listrik:
Rangkaian Seri
Pada rangkaian seri hanya terdapat satu baris arus listrik, yang bagian rangkaian dipasang secara beruntutan atau berderet tanpa adanya percabangan.
Rangkaian seri akan terbentuk jika dua buah atau lebih komponen elektronika dihubungkan secara berderet, dengan sumber tegangan yang juga dihubungkan secara berderet.
Apabila salah satu komponen dipindahkan dari rangkaian seri, arus listrik tidak akan mengalir karena rangkaian ini terbuka. Rangkaian seri biasanya sering digunakan pada radio, TV dan komputer.
Dalam rangkaian arus seri, jumlah arus listrik pada setiap
titik sama besar. Rumusnya adalah: I = I₁ = I₂ = I₃
Besar hambatan listrik (gambar b) dalam
rangkaian sama dengan jumlah dari masing-masing hambatan. Rumusnya adalah: Rs =
R₁ + R₂ + R₃
Keuntungan rangkaian seri adalah rangkaiannya
sederhana dan hemat kabel, sehingga untuk membuatnya pun cukup mudah. Sedangkan,
kerugiannya bisa kita lihat apabila salah satu lampu diputuskan (mati), maka
lampu yang lainnya juga akan ikut mati.
Begitu juga pada nyala lampunya ketika tidak
terang (redup), sehingga membuat energinya juga ikut boros karena digambarkan
1R+1R+1R.
Rangkaian Paralel
Rangkaian paralel adalah rangkaian yang
terbentuk jika dua buah lampu atau lebih dihubungkan secara berjajar, sehingga
merupakan rangkaian bercabang. Arus yang diterima oleh setiap cabang, masih
lebih besar dibandingkan arus pada rangkaian seri, hal ini akan membuat nyala
lampu akan terlihat lebih terang.
Rangkaian lampu di rumah, di kantor, dan lampu
lalu lintas adalah contoh pemanfaatan penggunaan rangkaian listrik paralel di
kehidupan sehari-hari.
Jika arus lebih banyak mengalir dari sumber,
dimana merupakan penjumlahan tiap cabang, maka perlawanan total atau resistensi
pada rangkaian paralel akan jauh lebih kecil daripada rangkaian seri.
Keuntungan dan kerugian rangkaian paralel
merupakan kebalikan dari rangkaian seri, maka rangkaian paralel adalah
1/R+1/R+1/R.
Setiap lampu pada rangkaian paralel mendapat
arus tanpa dipengaruhi lampu satunya. Itu lah yang mengakibatkan lampu yang
lainnya masih terhubung dengan sumber arus listrik.
Misalnya, apabila lampu-lampu yang ada di rumah
kita dipasang secara paralel, meskipun salah satu dari lampu-lampu dimatikan
atau padam, lampu yang lainnya masih akan tetap bisa menyala.
Rangkaian Campuran
Gabungan dari rangkaian seri dan rangkaian
paralel dinamakan dengan rangkaian campuran atau disebut juga dengan rangkaian
rumit.
1. Stop
Kontak
Nama alat listrik pertama yang wajib
ada di rumah kamu adalah stop kontak, yang titik penghubung listrik pada
tembok rumah.
Umumnya, stop kontak ditanam pada
tembok untuk mengalirkan arus listrik ke perangkat elektronik.
Pastikan kamu memilih stop kontak
dengan penjepit bahan kuningan atau tembaga agar peralatan elektronik tidak
mudah panas. Selain itu, pilihlah stop kontak yang memiliki daya cengkram yang
awet dan kuat.
2. Saklar
Listrik
Saklar listrik biasanya digunakan
untuk menyambung atau memutuskan aliran listrik di rumah. Umumnya, alat listrik
ini digunakan pada lampu dan alat elektronik lain yang membutuhkannya.
3. Steker Listrik
Steker atau
colokan listrik adalah salah satu alat wajib kita miliki di rumah karena
berfungsi untuk mengalirkan listrik.
Biasanya, alat listrik satu ini
dipasang pada ujung kabel untuk mengalirkan arus listrik dari barang elektronik
ke stop kontak. Steker sendiri memiliki banyak tipe, yang seringkali kita kenal
dengan sebutan kaki 2, kaki 3, dan sebagainya.
5. Meteran Listrik
Meteran listrik selalu ada di setiap
rumah, gedung, dan bangunan lainnya. Alat ini digunakan untuk menghubungkan
alat elektronik dengan listrik. Nah, biasanya meteran listrik dapat
mengukur besaran daya yang kita gunakan di rumah.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan
Pendidikan : SD NEGRI 3 LINGADAN
Kelas / Semester
: VI
(Enam) / 1
Tema : Tokoh
dan Penemuan
Sub Tema 1 : Penemu
yang Mengubah Dunia
Pembelajaran : 1
Alokasi Waktu : 1
Hari
Hari / Tgl
Pelaksanaan: ..............
A. KOMPETENSI INTI
(KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan dan
menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi
dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
KI 3 : Memahami pengetahuan
faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan
menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat
bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan
faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang
estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. KOMPETENSI
DASAR (KD)
IPA
|
NO |
KOMPETENSI DASAR (KD) |
INDIKATOR |
|
1 |
3.4 Mengidentifikasi komponen-komponen listrik
dan fungsinya dalam rangkaian listrik sederhana |
3.4.1 Mengidentifikasi komponen-komponen listrik
dan fungsinya dalam rangkaian listrik sederhana.
|
|
2 |
4.4 Melakukan percobaan rangkaian listrik
sederhana secara seri dan paralel |
4.4.1 Menyajikan hasil pengamatan tentang
komponen-komponen listrik dalam rangkaian listrik sederhana dan fungsinya.
|
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. siswa mampu menyebutkan informasi
penting dari Materi yang
dibaca tentang Pemamfaatan penggunaan Listrik
dalam kehidupan Masyarakat
2. siswa mampu mempresentasikan informasi
penting dari materi yang
dibaca tentang Rangkaian Listrik sederhana dan
pemamfaatannya
3. Dengan mengamati, siswa mampu
mengidentifikasi komponen-komponen
listrik dan fungsinya dalam rangkaian listrik sederhana dengan tepat.
4. Setelah pengamatan, siswa mampu
menyajikan hasil pengamatan tentang komponen-komponen listrik dalam rangkaian
listrik sederhana dan fungsinya dengan tepat.
5.
Dengan mengamati dan melakukan
wawancara, siswa mampu merangkai rangkaian listrik
sederhana dengan tepat
6.
Dengan Percobaan,
siswa mampu Membedakan jenis rangkaian listrik
7.
Siswa membuat laporan hasil
percobaan.
|
v Karakter siswa yang diharapkan : |
Religius Nasionalis Mandiri Gotong Royong Integritas Ber inovasi |
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
Kegiatan |
Deskripsi
Kegiatan |
Alokasi Waktu |
|
Pendahuluan |
Awali kegiatan pembelajaran di pagi
hari selalu dengan berdoa. Religius ¡
Siswa memiliki sikap-sikap positif saat belajar, seperti tekun, tertib, disiplin,
dan saling menghargai. ¡
Pembiasaan Membaca 15
menit. Literasi
|
10 menit |
|
Inti |
§ Siswa diminta
mengamati lampu di ruangan kelas. § Guru mengajukan
pertanyaan pembuka: Communication -
Tahukah kamu tokoh penemu listrik? -
Bagaimana proses arus listrik hingga dapat
menyalakan lampu di kelas? § Siswa secara
berpasangan diminta berdiskusi untuk menemukan jawaban. Collaboration § Siswa diminta
membaca senyap teks tentang penemu listrik yang terdapat di buku. Kegiatan ini bertujuan untuk menggiring minat siswa pada
materi yang akan
dipelajari, yaitu tentang listrik. Jika di sekolah tidak terdapat listrik, guru dapat
mencoba beberapa pilihan kegiatan berikut. § Ajukan
pertanyaan pilihan yang lain, seperti: -
Pernahkah kamu melihat lampu
listrik? Tahukah kamu siapa penemu listrik? -
Bagaimana proses arus listrik hingga
dapat menyalakan lampu tersebut? Diharapkan siswa memiliki pengalaman melihat lampu
listrik di daerah lain. Jika sebagian besar siswa juga belum pernah melihat lampu
listrik, guru dapat
mengusahakan beberapa hal berikut. § Perlihatkan
lampu bohlam atau lampu Led. Akan lebih baik lagi jika lampu dapat
dinyalakan menggunakan baterai atau aki, kemudian ajukan
pertanyaan yang sama. Creativity and Innovation § Gunakan foto
atau gambar lampu menyala dan ajukan pertanyaan yang sama. § Setelah membaca
senyap, guru dapat meminta satu atau beberapa siswa membaca kembali
teks tersebut dengan suara dikeraskan. § Siswa menjawab
pertanyaan bacaan. § Siswa secara
berpasangan mendiskusikan jawaban dengan satu atau beberapa orang
teman di dekatnya. Siswa kemudian saling melengkapi jawaban mereka
untuk mendapatkan jawaban yang lengkap. Collaboration § Siswa dan guru
mendiskusikan jawaban siswa secara klasikal. Guru mengarahkan
siswa untuk mendapatkan jawaban yang lengkap dan tepat. § Siswa menyimpan
jawaban pertanyaan untuk digunakan pada kegiatan lanjutan di
pembelajaran tiga. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengajak siswa pada pemahaman materi
tentang jenis teks eksplanasi ilmiah. Saat siswa dikusi berpasangan, guru berkeliling untuk
memastikan siswa melakukan diskusi secara aktif dan tertib. § Siswa mengamati
gambar rangkaian seri pada lampu dan baterai di dalam senter yang terdapat
di buku. Critical
Thinking and Problem Solving Atur posisi duduk siswa dalam kelompok untuk memudahkan
mereka saat melakukan
pengamatan. Guru dapat menyiapkan berbagai jenis Alat rangkaian
listrik sederhana di atas meja Arahkan siswa untuk mengamati alat tersebut Guru dapat mengondisikan alat tersebut untuk dapat
dipisahkan antara alat satu dengan lainnya Tujuan dari kegiatan ini adalah siswa diharapkan akan
menemukan konsep dasar
dari rangkaian seri dan rangkaian paralel secara mandiri. § Siswa
menuliskan proses perjalanan arus listrik dari rangkaian seri dan rangkaian
paralel berdasarkan
hasil pengamatan pada gambar rangkaian listrik sederhana. § Siswa
diharapkan melengkapi
tulisan mereka dengan gambar rangkaian seri dan rangkaian paralel secara. Mandiri Tulisan siswa diharapkan rinci dan memenuhi kriteria
berikut. § Menggambarkan
rangkaian seri dan rangkaian paralel secara sederhana § Menjelaskan
posisi kutub positif (+) dan kutub negatif (-) baterai, disertai
alasan. § Menjelaskan
fungsi setiap bagian benda pada rangkaian, yaitu fungsi baterai, lampu,
dudukan lampu, kabel dan sakelar pada rangkaian listrik tersebut. § Mengidentifikasi
ada atau tidaknya alat rangkaian listrik tersebut, disertai
alasan. Guru dapat mengarahkan siswa untuk menemukan alasan tidak
adanya alat pada rangkaian
listrik sederhana. Hal ini diperlukan siswa saat akan menyiapkan bahan dan alat untuk
membuat rangkaian seri dan rangkaian paralel sederhana ·
Siswa bersama guru merangkai
rangkaian listrik dalam bentuk rangkaian seri dan rangkaian paralel § Siswa
mendiskusikan hasil kegiatan bersama yaitu merakit rangkaian seri dan
rangkaian paralel Tugas siswa dinilai menggunakan daftar periksa (penilaian
2) § Guru memberikan
penguatan. Pada rangkaian seri dan rangkaian paralel, Siswa kemudian
menuliskan alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat
percobaan rangkaian seri pada pembelajaran ketiga. § Siswa
mendiskusikan alat dan bahan yang diperlukan bersama teman dengan
bimbingan guru. Gotong
Royong Diharapkan setiap siswa akan membuat satu rangkaian seri
dan menyiapkan
sendiri alat dan bahannya dari rumah. Namun jika hal tersebut tidak
memungkinkan, siswa dapat membuatnya secara berkelompok,
dan guru menyiapkan alat dan bahan. Siswa dalam kelompok dapat berdiskusi saat menentukan
alat dan bahan,
kemudian menuliskannya pada lembar kertas lain, dan menyerahkannya
pada guru. Guru akan menyiapkan alat dan bahan berdasarkan catatan
siswa. § Guru meminta
satu siswa untuk menyalakan lampu di kelas. § Siswa diminta
untuk mengamati lampu tersebut. § Guru mengajukan
pertanyaan: -
Apa perbedaan kehidupan antara masa
sebelum ada listrik dan setelah ada listrik? -
Bagaimana listrik dapat memengaruhi
kehidupan di dunia? Jika tidak terdapat listrik di sekolah, guru dapat
melakukan beberapa hal seperti pada kegiatan di awal pembelajaran. § Siswa
mendiskusikan pertanyaan dengan teman dan menuliskannya pada tabel yang
tersedia. § Siswa kemudian
melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi yang lebih
lengkap tentang pengaruh listrik terhadap perubahan kehidupan
sosial budaya masyarakat Indonesia. § Siswa
menuliskan informasi yang didapat pada tabel yang tersedia. Communication Siswa dapat melakukan wawancara sederhana untuk
mendapatkan informasi yang
lengkap dengan narasumber guru-guru dan staf yang ada di sekolah. Guru diharapkan dapat mengomunikasikan terlebih dahulu
pada narasumber, guna meluangkan sedikit waktu untuk memberikan informasi pada siswa.
Guru juga telah mengomunikasikan pertanyaan yang akan diajukan siswa,
sehingga narasumber akan siap dengan jawabannya. Berikan motivasi kepada siswa untuk mendapatkan sebanyak
mungkin jawaban. Jika
diperlukan, guru dapat menyiapkan lembar kertas tambahan untuk
siswa menuliskan informasi hasil wawancara. Hal ini bertujuan supaya siswa mendapatkan informasi yang
beragam, lengkap, dan
tepat secara mandiri. § Guru memeriksa
hasil wawancara siswa. § Peta pikiran
hasil wawancara siswa dinilai menggunakan daftar periksa
(penilaian 3)
|
35 Menit X 30 JP |
|
Penutup |
¡
Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil
belajar selama sehari Integritas ¡
Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
(untuk mengetahui hasil ketercapaian materi) ¡
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan
pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti. ¡
Melakukan penilaian hasil belajar ¡
Menyanyikan lagu
daerah “Yamko
Rambe Yamko” ¡
Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius |
15 menit |
E. SUMBER
DAN MEDIA PEMBELAJARAN
¡ Buku Pedoman Guru Tema : Tokoh dan Penemuan
Kelas 6
(Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
¡ Buku Siswa Tema : Tokoh dan Penemuan Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
¡ Alat Rangkaian Listrik Sederhana
untuk kegiatan IPA
Narasumber: guru-guru, staf sekolah, dan pegawai sekolah
lainnya untuk kegiatan Pembelajaran di sekolah.
|
Mengetahui Kepala Sekolah
RISWAN, S.Pd NIP. 19840628 201101 1 007 |
Lingadan, 14
November 2022 Guru Kelas VI
S U K I R, S.Pd NIP. 19700109 199808 1 001 |

