Kamis, 27 Oktober 2022

Materi Rangkaian Listrik


 RANGKAIAN LISTRIK BERKOPOTENSI

PEMBANGKIT TENAGA MESIN SEDERHANA

Materi ini adalah bagian dari rumpun Ilmu Pengetahuan Alam yang mempelajari segala bentuk gejala alam melalui pengamatan, eksperimen dan analisis. Mata pelajaran IPA pada jenjang sekolah dasar memperkenalkan siswa terhadap konsep dasar ilmu Pengettahuan terkait keberadaan dan sifat-sifat unsur fisik di alam serta penerapannya. Pembelajaran rangkaian listrik pada jenjang sekolah dasar mendorong siswa untuk memiliki kompetensi dalam memahami dan kemampuan mempraktikkan konsep-konsep Rangkaian Listrik yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dengan bimbingan guru di sekolah agar proses belajar siswa dapat lebih terarah.

            Materi pembelajaran rangkaian listrik ini pada jenjang sekolah dasar yang bersumber dari kurikulum terbaru tahun 2013  memiliki materi pembelajaran utama, yaitu jenis rangkaian listrik sederhana. Materi pembelajaran ini pada jenjang sekolah dasar dipaparkan secara ringkas serta didukung dengan metode pembelajaran yang menarik agar siswa dapat lebih mudah memahami konsep dan penerapan materi berdasarkan buku bacaan yang disesuaikan dengan kurikulum 2013. Dan bersumber dari inovatif guru kelas Metode pembelajaran ini pada jenjang sekolah dasar meliputi pemaparan materi dan praktikum yang dilakukan dengan bimbingan guru. Dalam proses pengajaran di kelas guru diharapkan dapat menggunakan referensi lain untuk memperkaya isi materi yang disampaikan sehingga siswa terdorong untuk berpikir kritis dalam menanggapi materi pembelajaran. Selain itu, guru juga diharapkan dapat memberikan inovasi dan kreativitas dalam melakukan metode pembelajaran praktikum untuk meningkatkan minat dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran rangkaian listrik

                Materi pembelajaran ini kelas 6 SD  semester 1 memperkenalkan siswa terkait konsep benda dalam ilmu pengetahuan alam. Materi pembelajaran IPA kelas 6 SD semester 1 membimbing siswa untuk dapat memahami struktur rangkaian listrik sederhanan, , serta penerapan benda yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pada pembelajaran IPA kelas 6 SD di semester 1 ini siswa akan didorong untuk secara kritis memahami materi tentang benda dan rangkaian listrik melalui metode pembelajaran pemaparan materi dan praktikum di bawah bimbingan guru di sekolah.

Selain Materi pembelajaran IPA kelas 6 SD juga terdapat materi pembelajaran SD kelas 5 semester 2 memperkenalkan siswa terkait konsep energi yang berupa gaya dan cahaya, serta prinsip pesawat sederana. Materi pembelajaran IPA kelas 5 SD semester 2 membimbing siswa untuk dapat memahami sifat, jenis, serta perubahan yang dialami gaya dan cahaya sebagai sebuah energi. Selain itu, pada pembelajaran IPA kelas 5 SD semester 2 siswa dibimbing untuk dapat memahami rangkaian listrik  sederhana sebagai sebuah prinsip ilmu IPA yang sangat bermanfaat dalam mempermudah aktivitas sehari-hari. Pada pembelajaran IPA kelas 5 SD di semester 2 ini siswa didorong untuk secara kritis dam aktif dalam proses pembelajaran agar dapat memahami materi tentang gaya dan cahaya sebagai sebuah energi, serta rangkaian listrik sederhana dengan baik.

 

RINGKASAN MATERI TENTANG RANGKAIAN LISTRIK

Rangkaian listrik yang sederhana biasanya terdiri atas hambatan dan sumber arus searah atau DC.

Ada tiga jenis rangkaian listrik berdasarkan susunan hambatannya, yaitu:

1.       Rangkaian listrik seri.

2.       Rangkaian listrik paralel.

3.       Rangkaian listrik campuran.

Rangkaian listrik seri memiliki sifat:

·         Rangkaian dimana hambatannya disusun berderet dalam satu pasang kabel yaitu (+) dan (-)

·         Lebih hemat karena memakai kabel lebih sedikit.

·         Arus listrik yang mengalir pada setiap hambatannya sama besar.

·         Hambatan total untuk tiga hambatan Rs = R + R + R

·         Hambatan totalnya lebih besar.

·         Potensial yang mengalir pada tiap hambatan berbeda.

·         Kuat arus yang mengalir lebih kecil sehingga lampu akan terlihat lebih redup.

·         Bila sebuah arus lampu putus, lampu lainnya akan ikut padam.

·          

Rangkaian paralel memiliki sifat:

·         Rangkaian pararel ini dimana ujung-ujung hambatannya digabungkan dalam satu titik.

·         Memerlukan lebih banyak kabel sehingga lebih boros.

·         Arus listrik yang mengalir pada setiap hambatannya berbeda-beda.

·         Hambatan total untuk tiga hambatan 

·         Besar hambatan totalnya lebih kecil.

·         Beda potensial yang mengalir pada tiap hambatan sama besar.

·         Kuat arus yang mengalir lebih besar sehingga lampu akan terlihat lebih terang.

·         Bila arus listri  sebuah lampu putus, lampu lainnya akan tetap menyala.

Rangkaian campuran memiliki sifat gabungan dari kedua sifat, yaitu rangkaian listrik seri dan paralel.

Ditanya:

Berapa jenis rangkaian listrik?

Penjelasan:

Banyak jenis rangkaian listrik adalah tiga jenis, yaitu rangkaian listrik seri, rangkaian listrik paralel, dan rangkaian listrik campuran.

 

Selain itu, banyak aktivitas di rumah yang memerlukan listrik, seperti untuk bekerja, belajar, masak, juga untuk bersantai. 

16 Nama Alat Listrik Beserta Gambarnya

1. Stop Kontak

2. Saklar Listrik

3. Steker Listrik

4. Kepala Steker

5. Meteran Listrik

6. Fitting Lampu

7. Kabel Listrik

8. Pengaman Listrik

9. Extension Stop Kontak atau Terminal Listrik

10. Soket Listrik

11. Arde atau Grounding

12. Ballast Lampu

13. Pengaman Lebur

14. Pengaman Thermal atau MCB

15 Pelindung Kabel

16. Alat Penghemat Listrik


Rangkaian listrik dapat ditemui dalam peralatan elektronik yang sering kita gunakan. Rangkaian listrik terdiri atas berbagai komponen penting. Komponen ini diperlukan supaya rangkaian listrik dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dikutip dari buku Rangkaian Listrik (2018) karya Khairunnisa, rangkaian listrik merupakan sambungan beberapa alat listrik sederhana, terdiri atas minimal atau paling sedikit satu jalan tertutup yang dapat dilalui arus. Ada banyak jenis rangkaian listrik. Salah satunya rangkaian listrik sederhana. Dibanding jenis lainnya, rangkaian listrik ini cenderung lebih mudah dibuat dan diaplikasikan. Tidak hanya itu, pemilihan serta penggunaan komponennya juga sederhana. Contoh peralatan elektronik yang menggunakan rangkaian listrik sederhana adalah senter. Berikut komponen-komponen listrik pada rangkaian listrik sederhana, yaitu:   Resistor Dalam buku Pembelajaran Konsep Listrik dan Magnet (2018) karya Saminan, resistor adalah komponen elektronik yang berfungsi untuk menghambat aliran listrik. Resistor sering juga disebut hambatan. Apabila nilai hambatan resistornya makin besar, maka aliran arusnya semakin kecil. Begitu pula sebaliknya. Baca juga: Sumber Daya Alam Pembangkit Listrik Baterai Dalam rangkaian listrik sederhana, baterai menjadi komponen penting yang wajib ada. Baterai merupakan sumber energi atau tegangan, sehingga suatu rangkaian bisa menghasilkan listrik. Contohnya pada lampu senter, tanpa baterai atau tegangan listrik, baterai tidak akan bisa menyala. Sakelar Adalah alat listrik yang digunakan untuk memutus serta mengalirkan arus listrik. Ketika sakelar dalam posisi hidup (on), arus akan mengalir.. Sebaliknya, saat sakelar dalam posisi mati (off), arus listrik tidak akan mengalir lewat rangkaian listrik. Lampu Adalah alat listrik yang difungsikan sebagai sumber cahaya. Lampu akan menyala setelah dialiri listrik. Lampu dapat menyala ketika posisi sakelar on atau hidup. Agar bisa menyala, lampu membutuhkan baterai dan juga sakelar. Kabel Adalah alat listrik yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik dari satu tempat ke tempat lainnya. Sebagai contoh, kabel dipasang antara baterai dengan lampu serta sakelar, ketika sakelar hidup, aliran listrik dari baterai akan dihantarkan lewat kabel ke lampu, supaya dapat menyala.
Rangkaian seri dan rangkaian pararel merupakan dua jenis susunan komponen elektronik yang dapat ditemukan di rangkaian listrik atau sirkuit listrik.
Rangkaian listrik adalah jalur yang tersusun dari berbagai macam komponen elektronik yang mampu mengalirkan arus listrik dari sumber listrik ke berbagai perangkat.

Berdasarkan ada tidaknya arus yang mengalir, rangkaian atau sirkuit listrik terdiri rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup. Pada rangkaian listrik terbuka, arus listrik tidak ada yang mengalir.

Sementara itu, pada rangkaian listrik tertutup arus listrik dapat mengalir, karena kedua kutub pada sumber arus listrik saling dihubungkan. Ketika kita mempelajari rangkaian arus listrik, kita akan mengenal adanya jenis rangkaian seri dan rangkaian paralel.

Sebelum memahami lebih lanjut mengenai jenis rangkaian listrik, detikers perlu mengetahui beberapa istilah berikut:

I = kuat arus listrik
A = ampere
V = beda potensial, satuannya volt (V)
R = hambatan listrik, satuannya Ohm (Ω)

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut adalah penjelasan mengenai jenis rangkaian listrik:

Rangkaian Seri
Pada rangkaian seri hanya terdapat satu baris arus listrik, yang bagian rangkaian dipasang secara beruntutan atau berderet tanpa adanya percabangan.

Rangkaian seri akan terbentuk jika dua buah atau lebih komponen elektronika dihubungkan secara berderet, dengan sumber tegangan yang juga dihubungkan secara berderet.

Apabila salah satu komponen dipindahkan dari rangkaian seri, arus listrik tidak akan mengalir karena rangkaian ini terbuka. Rangkaian seri biasanya sering digunakan pada radio, TV dan komputer.



Dalam rangkaian arus seri, jumlah arus listrik pada setiap titik sama besar. Rumusnya adalah: I = I = I = I

Besar hambatan listrik (gambar b) dalam rangkaian sama dengan jumlah dari masing-masing hambatan. Rumusnya adalah: Rs = R
+ R + R

Keuntungan rangkaian seri adalah rangkaiannya sederhana dan hemat kabel, sehingga untuk membuatnya pun cukup mudah. Sedangkan, kerugiannya bisa kita lihat apabila salah satu lampu diputuskan (mati), maka lampu yang lainnya juga akan ikut mati.

Begitu juga pada nyala lampunya ketika tidak terang (redup), sehingga membuat energinya juga ikut boros karena digambarkan 1R+1R+1R.

Rangkaian Paralel
Rangkaian paralel adalah rangkaian yang terbentuk jika dua buah lampu atau lebih dihubungkan secara berjajar, sehingga merupakan rangkaian bercabang. Arus yang diterima oleh setiap cabang, masih lebih besar dibandingkan arus pada rangkaian seri, hal ini akan membuat nyala lampu akan terlihat lebih terang.

Rangkaian lampu di rumah, di kantor, dan lampu lalu lintas adalah contoh pemanfaatan penggunaan rangkaian listrik paralel di kehidupan sehari-hari.

Jika arus lebih banyak mengalir dari sumber, dimana merupakan penjumlahan tiap cabang, maka perlawanan total atau resistensi pada rangkaian paralel akan jauh lebih kecil daripada rangkaian seri.

Keuntungan dan kerugian rangkaian paralel merupakan kebalikan dari rangkaian seri, maka rangkaian paralel adalah 1/R+1/R+1/R.

Setiap lampu pada rangkaian paralel mendapat arus tanpa dipengaruhi lampu satunya. Itu lah yang mengakibatkan lampu yang lainnya masih terhubung dengan sumber arus listrik.

Misalnya, apabila lampu-lampu yang ada di rumah kita dipasang secara paralel, meskipun salah satu dari lampu-lampu dimatikan atau padam, lampu yang lainnya masih akan tetap bisa menyala.


Rangkaian Campuran
Gabungan dari rangkaian seri dan rangkaian paralel dinamakan dengan rangkaian campuran atau disebut juga dengan rangkaian rumit.

1. Stop Kontak

Nama alat listrik pertama yang wajib ada di rumah kamu adalah stop kontak, yang titik penghubung listrik pada tembok rumah. 

Umumnya, stop kontak ditanam pada tembok untuk mengalirkan arus listrik ke perangkat elektronik. 

Pastikan kamu memilih stop kontak dengan penjepit bahan kuningan atau tembaga agar peralatan elektronik tidak mudah panas. Selain itu, pilihlah stop kontak yang memiliki daya cengkram yang awet dan kuat.

2. Saklar Listrik

Saklar listrik biasanya digunakan untuk menyambung atau memutuskan aliran listrik di rumah. Umumnya, alat listrik ini digunakan pada lampu dan alat elektronik lain yang membutuhkannya. 

3. Steker Listrik

Steker atau colokan listrik adalah salah satu alat wajib kita miliki di rumah karena berfungsi untuk mengalirkan listrik.

Biasanya, alat listrik satu ini dipasang pada ujung kabel untuk mengalirkan arus listrik dari barang elektronik ke stop kontak. Steker sendiri memiliki banyak tipe, yang seringkali kita kenal dengan sebutan kaki 2, kaki 3, dan sebagainya.

 4. Kepala Steker

Kepala steker adalah colokan yang digunakan untuk menyambungkan listrik dan kabel peralatan elektronik. Biasanya, kepala steker sudah dilengkapi dengan tuas penarik untuk memudahkan kita saat memasangkannya ke stop kontak, seperti berikut ini.

5. Meteran Listrik

Meteran listrik selalu ada di setiap rumah, gedung, dan bangunan lainnya. Alat ini digunakan untuk menghubungkan alat elektronik dengan listrik. Nah, biasanya meteran listrik dapat mengukur besaran daya yang kita gunakan di rumah.

Umumnya, meteran listrik ini memakai token untuk menambah daya alirannya. Kamu dapat melihat angka yang terdapat pada alat tersebut untuk mengetahui sisa listrik yang ada di rumah kita. 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

 

Satuan Pendidikan       :     SD NEGRI 3 LINGADAN

Kelas / Semester            :     VI (Enam) / 1

Tema                                :     Tokoh dan Penemuan

Sub Tema 1                    :     Penemu yang Mengubah Dunia

Pembelajaran                 :     1

Alokasi Waktu                :     1 Hari

Hari / Tgl Pelaksanaan:      ..............

 

A.     KOMPETENSI INTI (KI)

KI 1  :  Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

KI 2  :  Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.

KI 3  :  Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.

KI 4  :  Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.

 

B.     KOMPETENSI DASAR (KD)

      

IPA

NO

KOMPETENSI DASAR (KD)

INDIKATOR

1

3.4 Mengidentifikasi komponen-komponen listrik dan fungsinya dalam rangkaian listrik sederhana

3.4.1  Mengidentifikasi komponen-komponen listrik dan fungsinya dalam rangkaian listrik sederhana.

 

2

4.4 Melakukan percobaan rangkaian listrik sederhana secara seri dan paralel

4.4.1  Menyajikan hasil pengamatan tentang komponen-komponen listrik dalam rangkaian listrik sederhana dan fungsinya.

 

 

 

 

 

C.     TUJUAN PEMBELAJARAN

1. siswa mampu menyebutkan informasi penting dari Materi yang dibaca tentang Pemamfaatan penggunaan Listrik dalam kehidupan Masyarakat

2.   siswa mampu mempresentasikan informasi penting dari materi yang dibaca tentang Rangkaian Listrik sederhana dan pemamfaatannya

3.   Dengan mengamati, siswa mampu mengidentifikasi komponen-komponen listrik dan fungsinya dalam rangkaian listrik sederhana dengan tepat.

4.   Setelah pengamatan, siswa mampu menyajikan hasil pengamatan tentang komponen-komponen listrik dalam rangkaian listrik sederhana dan fungsinya dengan tepat.

5.    Dengan mengamati dan melakukan wawancara, siswa mampu merangkai rangkaian listrik sederhana dengan tepat

6.    Dengan Percobaan, siswa mampu Membedakan jenis rangkaian listrik

7.    Siswa membuat laporan hasil percobaan.

 

v   Karakter siswa yang diharapkan   :

Religius

Nasionalis

Mandiri

Gotong Royong

Integritas

Ber inovasi

 

D.     KEGIATAN  PEMBELAJARAN

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi

Waktu

Pendahuluan

Awali kegiatan pembelajaran di pagi hari selalu dengan berdoa. Religius

¡   Siswa memiliki sikap-sikap positif saat belajar, seperti tekun, tertib, disiplin, dan saling menghargai.

¡   Pembiasaan Membaca 15 menit. Literasi

 

10 menit

Inti

§  Siswa diminta mengamati lampu di ruangan kelas.

§  Guru mengajukan pertanyaan pembuka: Communication

-       Tahukah kamu tokoh penemu listrik?

-       Bagaimana proses arus listrik hingga dapat menyalakan lampu di kelas?

§  Siswa secara berpasangan diminta berdiskusi untuk menemukan jawaban. Collaboration

§  Siswa diminta membaca senyap teks tentang penemu listrik yang terdapat di buku.

Kegiatan ini bertujuan untuk menggiring minat siswa pada materi yang akan dipelajari, yaitu tentang listrik.

Jika di sekolah tidak terdapat listrik, guru dapat mencoba beberapa pilihan kegiatan berikut.

§  Ajukan pertanyaan pilihan yang lain, seperti:

-       Pernahkah kamu melihat lampu listrik? Tahukah kamu siapa penemu listrik?

-       Bagaimana proses arus listrik hingga dapat menyalakan lampu tersebut?

Diharapkan siswa memiliki pengalaman melihat lampu listrik di daerah lain.

Jika sebagian besar siswa juga belum pernah melihat lampu listrik, guru dapat mengusahakan beberapa hal berikut.

§  Perlihatkan lampu bohlam atau lampu Led. Akan lebih baik lagi jika lampu dapat dinyalakan menggunakan baterai atau aki, kemudian ajukan pertanyaan yang sama. Creativity and Innovation

§  Gunakan foto atau gambar lampu menyala dan ajukan pertanyaan yang sama.

§  Setelah membaca senyap, guru dapat meminta satu atau beberapa siswa membaca kembali teks tersebut dengan suara dikeraskan.

§  Siswa menjawab pertanyaan bacaan.

§  Siswa secara berpasangan mendiskusikan jawaban dengan satu atau beberapa orang teman di dekatnya. Siswa kemudian saling melengkapi jawaban mereka untuk mendapatkan jawaban yang lengkap. Collaboration

§  Siswa dan guru mendiskusikan jawaban siswa secara klasikal. Guru mengarahkan siswa untuk mendapatkan jawaban yang lengkap dan tepat.

§  Siswa menyimpan jawaban pertanyaan untuk digunakan pada kegiatan lanjutan di pembelajaran tiga.

Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengajak siswa pada pemahaman materi tentang jenis teks eksplanasi ilmiah.

Saat siswa dikusi berpasangan, guru berkeliling untuk memastikan siswa melakukan diskusi secara aktif dan tertib.

§  Siswa mengamati gambar rangkaian seri pada lampu dan baterai di dalam senter yang terdapat di buku. Critical Thinking and Problem Solving

Atur posisi duduk siswa dalam kelompok untuk memudahkan mereka saat melakukan pengamatan.

Guru dapat menyiapkan berbagai jenis Alat rangkaian listrik sederhana di atas meja

Arahkan siswa untuk mengamati alat tersebut

Guru dapat mengondisikan alat tersebut untuk dapat dipisahkan antara alat satu dengan lainnya

Tujuan dari kegiatan ini adalah siswa diharapkan akan menemukan konsep dasar dari rangkaian seri dan rangkaian paralel secara mandiri.

§  Siswa menuliskan proses perjalanan arus listrik dari rangkaian seri dan rangkaian paralel berdasarkan hasil pengamatan pada gambar rangkaian listrik sederhana.

§  Siswa diharapkan melengkapi tulisan mereka dengan gambar rangkaian seri dan rangkaian paralel secara. Mandiri

Tulisan siswa diharapkan rinci dan memenuhi kriteria berikut.

§  Menggambarkan rangkaian seri dan rangkaian paralel secara sederhana

§  Menjelaskan posisi kutub positif (+) dan kutub negatif (-) baterai, disertai alasan.

§  Menjelaskan fungsi setiap bagian benda pada rangkaian, yaitu fungsi baterai, lampu, dudukan lampu, kabel dan sakelar pada rangkaian listrik tersebut.

§  Mengidentifikasi ada atau tidaknya alat rangkaian listrik tersebut, disertai alasan.

Guru dapat mengarahkan siswa untuk menemukan alasan tidak adanya alat pada rangkaian listrik sederhana. Hal ini diperlukan siswa saat akan menyiapkan bahan dan alat untuk membuat rangkaian seri dan rangkaian paralel sederhana

·         Siswa bersama guru merangkai rangkaian listrik dalam bentuk rangkaian seri dan rangkaian paralel

§  Siswa mendiskusikan hasil kegiatan bersama yaitu merakit rangkaian seri dan rangkaian paralel

Tugas siswa dinilai menggunakan daftar periksa (penilaian 2)

§  Guru memberikan penguatan.

Pada rangkaian seri dan rangkaian paralel, Siswa kemudian menuliskan alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat percobaan rangkaian seri pada pembelajaran ketiga.

§  Siswa mendiskusikan alat dan bahan yang diperlukan bersama teman dengan bimbingan guru. Gotong Royong

Diharapkan setiap siswa akan membuat satu rangkaian seri dan menyiapkan sendiri alat dan bahannya dari rumah. Namun jika hal tersebut tidak memungkinkan, siswa dapat membuatnya secara berkelompok, dan guru menyiapkan alat dan bahan.

Siswa dalam kelompok dapat berdiskusi saat menentukan alat dan bahan, kemudian menuliskannya pada lembar kertas lain, dan menyerahkannya pada guru.

Guru akan menyiapkan alat dan bahan berdasarkan catatan siswa.

§  Guru meminta satu siswa untuk menyalakan lampu di kelas.

§  Siswa diminta untuk mengamati lampu tersebut.

§  Guru mengajukan pertanyaan:

-       Apa perbedaan kehidupan antara masa sebelum ada listrik dan setelah ada listrik?

-       Bagaimana listrik dapat memengaruhi kehidupan di dunia?

Jika tidak terdapat listrik di sekolah, guru dapat melakukan beberapa hal seperti pada kegiatan di awal pembelajaran.

§  Siswa mendiskusikan pertanyaan dengan teman dan menuliskannya pada tabel yang tersedia.

§  Siswa kemudian melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang pengaruh listrik terhadap perubahan kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia.

§  Siswa menuliskan informasi yang didapat pada tabel yang tersedia. Communication

Siswa dapat melakukan wawancara sederhana untuk mendapatkan informasi yang lengkap dengan narasumber guru-guru dan staf yang ada di sekolah.

Guru diharapkan dapat mengomunikasikan terlebih dahulu pada narasumber, guna meluangkan sedikit waktu untuk memberikan informasi pada siswa. Guru juga telah mengomunikasikan pertanyaan yang akan diajukan siswa, sehingga narasumber akan siap dengan jawabannya.

Berikan motivasi kepada siswa untuk mendapatkan sebanyak mungkin jawaban. Jika diperlukan, guru dapat menyiapkan lembar kertas tambahan untuk siswa menuliskan informasi hasil wawancara.

Hal ini bertujuan supaya siswa mendapatkan informasi yang beragam, lengkap, dan tepat secara mandiri.

§  Guru memeriksa hasil wawancara siswa.

§  Peta pikiran hasil wawancara siswa dinilai menggunakan daftar periksa (penilaian 3)

 

35 Menit X  30 JP

Penutup

¡   Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas

¡   Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)

¡   Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti.

¡   Melakukan penilaian hasil belajar

¡   Menyanyikan lagu daerah “Yamko Rambe Yamko”

¡   Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius

15 menit

 

E.     SUMBER DAN  MEDIA PEMBELAJARAN

¡  Buku Pedoman Guru Tema : Tokoh dan Penemuan Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).

¡  Buku Siswa Tema : Tokoh dan Penemuan Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).

¡  Alat Rangkaian Listrik Sederhana untuk kegiatan IPA  Narasumber: guru-guru, staf sekolah, dan pegawai sekolah lainnya untuk kegiatan Pembelajaran di sekolah.

 

Mengetahui

Kepala Sekolah

 

 

 

 

RISWAN, S.Pd

NIP. 19840628 201101 1 007

Lingadan, 14 November 2022

Guru Kelas VI

 

 

 

 

S U K I R,  S.Pd

NIP. 19700109 199808 1 001

 


BERSAHABAT

App. LaporanAdm