Minggu, 02 November 2025

Kemendikdasmen Tetapkan Koding dan AI Jadi Mata Pelajaran Pilihan Kurikulum 2025/2026

        Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menetapkan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) sebagai mata pelajaran pilihan dalam kurikulum tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2025
Dilansir dari antaranews.com, mata pelajaran ini akan dikenalkan mulai dari kelas 5 dan 6 SD, kelas 7 hingga 9 SMP, serta kelas 10 sampai 12 SMA/SMK dengan tingkat kompleksitas materi yang disesuaikan. Tujuannya adalah untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan praktik digital sesuai dengan kemajuan teknologi.
Kebijakan ini hadir sebagai revisi terhadap Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024. Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka tetap digunakan, namun disempurnakan melalui penyederhanaan kegiatan kokurikuler, penguatan pembelajaran mendalam, dan perubahan istilah Profil Pelajar Pancasila menjadi Profil Lulusan.

Dilansir dari detik.com, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin memaparkan bahwa pembelajaran koding dan AI merupakan bagian dari respons terhadap perkembangan teknologi. Ia menegaskan pembelajaran tersebut akan melatih siswa untuk menjadi individu yang kritis, produktif, dan beretika.

Dilansir dari detik.com, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin memaparkan bahwa pembelajaran koding dan AI merupakan bagian dari respons terhadap perkembangan teknologi. Ia menegaskan pembelajaran tersebut akan melatih siswa untuk menjadi individu yang kritis, produktif, dan beretika.

“Dengan adanya mata pelajaran Koding dan AI, siswa dapat belajar bertanggung jawab dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa implementasi Koding dan AI akan didukung oleh kolaborasi lintas sektor. Salah satunya adalah kemitraan dengan perusahaan teknologi global. Ia juga memaparkan bahwa potensi AI sebagai metode pembelajaran sangat efisien dan relevan di era digital.

“Teknologi seperti AI mampu memberikan layanan pendidikan yang menarik dan efisien dibanding hanya dengan membaca buku,” ujarnya.

Kemendikdasmen berharap melalui penerapan pelajaran Koding dan AI, para siswa dapat memperoleh keterampilan teknologis sekaligus nilai-nilai etika digital, sehingga siap menghadapi dunia kerja dan tantangan global yang semakin kompetitif.

Selain itu, dalam kebijakan terbaru ini, satuan pendidikan juga diwajibkan menyediakan minimal satu kegiatan ekstrakurikuler berbasis kepramukaan atau kepanduan sebagai bagian dari penguatan karakter siswa.

Dengan langkah ini, kurikulum nasional diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memberi ruang bagi pembelajaran yang relevan, fungsional, dan berorientasi masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERSAHABAT

App. LaporanAdm