Daftar Siswa
Total: 0 siswa
Tambah Siswa Baru
📚 Belum ada data siswa
Tambahkan siswa pertama menggunakan formulir di atas
Blog ini mengacu pada Kurikulum Merdeka Merdeka Belajar adalah salah satu bentuk pendekatan yang dilakukan agar siswa dapat memilih pelajaran yang diminati sesuai keadaan lingkungannya sendiri.
Total: 0 siswa
⚠️ Batas maksimum 999 siswa telah tercapai. Silakan hapus beberapa data terlebih dahulu.
📚 Belum ada data siswa
Tambahkan siswa pertama menggunakan formulir di atas
Cocokkan istilah geometri dengan definisi yang tepat!
Kamu berhasil mencocokkan semua istilah geometri dengan benar!
Jawab pertanyaan berikut untuk menguji pengetahuan Anda tentang keberagaman Indonesia
Terima kasih telah mengikuti kuis tentang keberagaman Indonesia!
Dilansir dari detik.com, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin memaparkan bahwa pembelajaran koding dan AI merupakan bagian dari respons terhadap perkembangan teknologi. Ia menegaskan pembelajaran tersebut akan melatih siswa untuk menjadi individu yang kritis, produktif, dan beretika.
“Dengan adanya mata pelajaran Koding dan AI, siswa dapat belajar bertanggung jawab dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa implementasi Koding dan AI akan didukung oleh kolaborasi lintas sektor. Salah satunya adalah kemitraan dengan perusahaan teknologi global. Ia juga memaparkan bahwa potensi AI sebagai metode pembelajaran sangat efisien dan relevan di era digital.
“Teknologi seperti AI mampu memberikan layanan pendidikan yang menarik dan efisien dibanding hanya dengan membaca buku,” ujarnya.
Kemendikdasmen berharap melalui penerapan pelajaran Koding dan AI, para siswa dapat memperoleh keterampilan teknologis sekaligus nilai-nilai etika digital, sehingga siap menghadapi dunia kerja dan tantangan global yang semakin kompetitif.
Selain itu, dalam kebijakan terbaru ini, satuan pendidikan juga diwajibkan menyediakan minimal satu kegiatan ekstrakurikuler berbasis kepramukaan atau kepanduan sebagai bagian dari penguatan karakter siswa.
Dengan langkah ini, kurikulum nasional diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memberi ruang bagi pembelajaran yang relevan, fungsional, dan berorientasi masa depan.